Banyak yang Salah! Begini Cara Merawat Kulit Kering Agar Tetap Lembap & Sehat

Banyak yang Salah! Begini Cara Merawat Kulit Kering Agar Tetap Lembap & Sehat

Pernah merasa kulit terasa kencang, kasar, atau bahkan mengelupas? Kalau iya, bisa jadi kulitmu sedang mengalami kondisi kering, atau dalam istilah medis disebut xeroderma. Ini adalah masalah yang cukup umum, baik bagi pria maupun wanita, yang terjadi karena kurangnya hidrolipid—lapisan pelindung alami kulit yang menjaga kelembapan.

Tapi, apa sebenarnya yang terjadi pada kulit saat mengalami kondisi ini? Dan yang lebih penting, bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak tips berikut agar kulit tetap sehat dan terhidrasi!

Apa Itu Kulit Kering?

Kulit kering terjadi ketika skin barrier, atau lapisan pelindung kulit, mengalami gangguan. Lapisan ini terdiri dari 15-20 lapisan sel yang terikat oleh zat antar lipid, berfungsi sebagai pertahanan utama dalam menjaga kelembapan kulit. Saat skin barrier melemah, kulit jadi lebih mudah kehilangan cairan, menyebabkan tekstur kasar, garis halus muncul, bahkan bisa sampai mengelupas.

Idealnya, kadar kelembapan di lapisan terluar kulit ada di angka 10% - 30%. Untuk mempertahankan kelembapan ini, kulit bergantung pada Natural Moisturizing Factor (NMF), yaitu campuran asam laktat, gula, asam amino, dan urea. Jika keseimbangan komponen ini terganggu, kulit akan kehilangan kelembapannya, yang bisa menyebabkan tampilan kusam, kasar, bersisik, terasa kencang, hingga pecah-pecah dan gatal. Dalam kondisi yang lebih parah, kulit bahkan bisa mengalami iritasi atau berdarah.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kulit kering, mulai dari cuaca yang kering, paparan sinar matahari, hingga penggunaan produk skincare yang kurang cocok. Jika kehilangan kelembapan terjadi terus-menerus, kulit bisa lebih rentan terhadap infeksi, gatal, dan peradangan.


Mengenali tanda-tanda kulit kering sejak dini adalah langkah pertama untuk merawatnya dengan lebih baik. Selanjutnya, kita akan bahas cara-cara efektif untuk mengembalikan kelembapan kulitmu.

Penyebab Kulit Kering

Kulit kering bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam tubuh maupun lingkungan sekitar. Secara umum, penyebabnya terbagi menjadi faktor eksternal dan faktor internal.

Faktor Eksternal (Exogenous Factors)

1. Rutinitas Sehari-hari
Terlalu sering mandi dengan air panas atau menggunakan sabun yang keras dan bersifat alkalis bisa menghilangkan minyak alami kulit, membuatnya lebih rentan terhadap kekeringan.

2. Faktor Lingkungan
Cuaca yang ekstrem seperti udara dingin, kelembapan rendah, pemanas ruangan yang kering, atau paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapan lebih cepat.

3. Pekerjaan
Beberapa jenis pekerjaan yang melibatkan paparan bahan kimia atau iritan—misalnya dalam penataan rambut atau pekerjaan rumah tangga—dapat merusak skin barrier dan menyebabkan kulit menjadi lebih kering.

Faktor Internal (Endogenous Factors)

1. Penyakit Kulit

  • Dermatitis atopik, eksim, psoriasis, dan gangguan inflamasi lainnya

  • Infeksi kronis seperti skabies, infeksi bakteri, atau jamur

  • Genodermatosis, termasuk ichthyosis vulgaris dan xeroderma pigmentosum, yang berkaitan dengan mutasi gen yang mengganggu produksi filaggrin, protein penting untuk menjaga kelembapan kulit

  • Neoplasma, seperti limfoma sel-T kulit

2. Penyakit Internal atau Sistemik

  • Diabetes, hipotiroidisme, hipertiroidisme, dan gangguan hati atau ginjal

  • Penyakit autoimun dan inflamasi, termasuk Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa

  • Infeksi kronis, seperti HIV atau hepatitis B dan C

  • Perubahan hormonal, seperti kehamilan dan menopause

  • Gangguan hematologis, seperti limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin

3. Penyakit Psikiatrik

  • Obsessive-Compulsive Disorder (OCD), yang membuat seseorang sering mencuci kulit secara berlebihan hingga menghilangkan minyak alami kulit

  • Gangguan makan, seperti anoreksia, yang menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting untuk kulit

  • Kecanduan alkohol atau obat-obatan, yang dapat mengganggu keseimbangan cairan dan kelembapan kulit

4. Faktor Asupan

  • Dehidrasi, akibat kurang minum atau kehilangan cairan berlebihan.

  • Malnutrisi, yang berkaitan dengan defisiensi vitamin A dan D, zinc, atau zat besi

5. Efek Obat

Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang bisa menyebabkan kulit lebih kering, misalnya:

  • Diuretik, beta-blocker, kontrasepsi, retinoid, steroid topikal jangka panjang, agen penurun lipid, dan terapi radiasi

Selain itu, gaya hidup juga berperan dalam kesehatan kulit. Merokok, dehidrasi, dan konsumsi alkohol berlebihan bisa semakin memperburuk kondisi kulit kering.

Jenis Kulit Kering

Kulit kering bisa muncul dalam berbagai bentuk, tergantung pada penyebabnya. Beberapa kondisi yang sering terjadi antara lain:

  • Dermatitis Kontak: Iritasi yang terjadi akibat kontak dengan bahan tertentu seperti logam, kosmetik, atau deterjen

  • Eksim: Kondisi kulit yang menyebabkan kulit menjadi merah, kering, dan gatal

  • Dermatitis Seboroik: Kulit kepala kering atau ketombe yang disebabkan oleh jamur, dapat juga mempengaruhi wajah dan lipatan kulit

  • Kaki Atlet: Kulit kaki yang kering akibat infeksi jamur, sering kali mengelupas dan bersisik

Nah setelah kamu memahami beberapa penjelasan dasar mengenai kulit kering, selanjutnya Senna akan kasih kamu solusinya.

Bahan Aktif yang Membantu Kulit Kering

Untuk mengatasi kulit kering, berikut beberapa bahan aktif utama yang dapat membantu meningkatkan hidrasi dan memperbaiki tekstur kulit, seperti:

1. Asam Hialuronat
Asam hialuronat secara alami ada pada kulit dan mampu menahan air hingga 1.000 kali dari beratnya, bekerja dengan membantu menarik kelembaban dari lingkungannya ke permukaan kulit. sehingga menjadikannya sebagai pelembab yang sangat baik untuk kulit kering. 

2. Ceramide
Lipid (ceramide) ini secara alami terdapat lebih dari 50% di permukaan kulit dan membantu mencegah kehilangan kelembaban. Ceramide dapat memperhalus, memperbaiki, dan melindungi sel-sel kulit menjadikannya sangat penting dalam perawatan kulit kering.

3. AHA (Alpha Hydroxy Acids)
AHA seperti asam glikolat dan asam laktat akan membantu dalam pengelupasan kulit mati dan kulit kering. Bahan ini juga meningkatkan kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembaban, mencegah kekeringan lebih lanjut. 

4. Minyak Tumbuhan
Minyak non-fragrance seperti minyak jojoba, safflower, dan minyak bunga matahari dapat melembabkan kulit kering. 

5. Asam Lemak Esensial
Asam lemak ini adalah pelembab ringan untuk kulit kering yang menenangkan, membantu mengurangi kulit yang mengelupas dan memperkuat pelindung kulit.

6. Petrolatum
Diakui sebagai bahan pelembab yang paling efektif karena bertindak sebagai oklusif dengan membentuk lapisan berminyak yang mencegah penguapan air, sehingga menjaga kelembaban kulit dan memperbaiki pelindung kulit.

7. Silikon
Merupakan bahan oklusif non-berminyak yang dapat mengisi celah di antara lapisan kulit yang terkelupas, menghasilkan permukaan kulit yang lebih halus. Dua turunan silikon yang paling sering digunakan adalah dimetikon dan siklometikon.

8. NMF (Natural Moisturizing Factors)
Merupakan campuran sintetik dari asam amino yang bertujuan untuk melembabkan kulit dengan meniru zat-zat alami yang terdapat pada kulit.

9. Urea dan Asam Laktat
Bahan-bahan ini menunjukkan sifat pengikat air pada korneosit, yang meningkatkan hidrasi kulit. Karena sifat keratolitiknya, bahan-bahan ini sangat penting, terutama dalam mengatasi kapalan pada kaki.

10. Licochalcone A
Bahan yang diperoleh dari akar tanaman licorice Tiongkok (Glycyrrhiza inflata) ini memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat menenangkan kulit yang teriritasi dan mengurangi eritema.

11. Dexpanthenol  
Merupakan prekursor vitamin B5 yang mendukung penyembuhan luka dengan merangsang epitelisasi dan proliferasi fibroblas. Oleh karena itu, dexpanthenol digunakan dalam kondisi seperti dermatitis atopik, perawatan kaki diabetes, dermatitis popok, luka bakar, dan pencangkokan kulit.

Dengan memilih bahan aktif yang tepat, kulit kering bisa lebih terhidrasi, lebih sehat, dan terhindar dari iritasi! Selanjutnya, kita bahas tips dan trik untuk merawat kulit kering dengan lebih optimal.

Cara Merawat Kulit Kering

Kulit kering bukan masalah yang tidak bisa diatasi. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan:

1. Gunakan Pembersih yang Lembut

Kulit kering adalah kulit yang sensitif. Pembersih yang mengandung pewangi, pewarna,  alkohol, pewarna buatan dan bahan kimia lainnya dapat mengiritasi dan membuat kulit menjadi kering. Untuk menghindari hal tersebut akan lebih baik jika memilih pembersih wajah yang lembut dan jika kamu tidak terlalu banyak beraktifitas batasi mencuci wajah dengan pembersih hanya satu kali dalam sehari.

Berikut ini bahan-bahan pada produk pembersih kamu yang harus dihindari:

  • Sodium lauryl sulfate (SLS)
  • Bahan yang berasal dari minyak mineral, termasuk petroleum dan parafin
  • Paraben
  • Diethanolamine (DEA)
  • Monoethanolamine (MEA)
  • Triethanolamine (TEA)

2. Melembabkan Kulit Setiap Hari

Pelembap berperan penting dalam mengunci kelembapan dan menjaga skin barrier tetap sehat. Agar hasilnya optimal, aplikasikan pelembap dalam waktu 5 menit setelah mandi, setelah mencuci tangan, dan kapan pun kulit terasa kering. Untuk hasil lebih maksimal, gunakan pelembap sebelum tidur agar kulit tetap terhidrasi semalaman.

Ketika memilih pelembap untuk kulit kering, carilah produk yang:

  • Tidak mengandung pewangi
  • Tidak mengandung bahan yang dapat menyebabkan dehidrasi kulit, seperti isopropil alkohol, benzil alkohol, atau sulfat
  • Mengandung bahan oklusif yang mengunci kelembaban dan kadar air pada lapisan kulit seperti petrolatum, silikon, beeswax
  • Mengandung bahan humektan yang menarik dan menahan air ke dalam lapisan luar kulit, seperti gliserin dan Asam Hialuronat
  • Mengandung bahan emolien yang membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit dan mengisi ruang antara sel kulit, seperti minyak nabati dan asam lemak esensial. Glow Catcher Treatment Essence mengandung 4 jenis oil alami yang dapat memenuhi kelembaban kulitmu
  • Mencegah gatal (steroid hidrokortison)
  • Memberikan perlindungan dari sinar matahari (tabir surya) dengan SPF.

3. Eksfoliasi untuk Mengangkat Sel Kulit Mati

Kulit kita secara alami terus meregenerasi sel baru. Jika sel kulit mati menumpuk, kulit bisa terlihat kusam dan terasa lebih kasar. Eksfoliasi membantu mengangkat sel-sel mati ini, sehingga kulit terasa lebih halus dan lembut.

Eksfoliator dapat berupa fisik atau kimiawi. Contoh eksfoliasi fisik seperti brush pembersih, washcloths eksfoliasi dan scrub wajah. Jenis eksfoliator ini bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati secara fisik dari permukaan kulit. Eksfoliator kimiawi meliputi asam alfa hidroksi (AHA) dan asam beta hidroksi (BHA). AHA melarutkan sel mati di permukaan kulit, sementara BHA menembus lapisan kulit yang lebih dalam untuk mengangkat sel mati dari pori-pori. Baik AHA maupun BHA meningkatkan pergantian sel, yang membantu menjaga kulit tetap lembut dan kenyal. 

Hal yang harus diperhatikan ketika mengeksfoliasi pada kulit kering:

  • Lakukan hanya 1 kali dalam seminggu untuk pemula dan 2-3 kali dalam seminggu jika sudah terbiasa
  • Pastikan untuk langsung menggunakan toner atau pelembab yang memberikan hidrasi dan kelembaban lebih setelah menggunakan eksfoliator untuk menjaga pelindung kulit dan mencegah iritasi
  • Tidak langsung terpapar sinar matahari atau lebih baik dilakukan pada malam hari

4. Lindungi Kulit dari Sinar Matahari

Paparan sinar matahari dapat memperburuk kondisi kulit kering karena sinar UV merusak skin barrier dan mengurangi kelembapan kulit. Gunakan tabir surya bebas pewangi dengan SPF minimal 30, seperti Morning Hustle Sunscreen SPF 50 PA++++, untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar UV.

Tips Tambahan

Selain perawatan rutin, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi masalah kulit kering.

  • Rutinitas saat Mandi

Sebisa mungkin, gunakan air hangat, bukan air panas, saat mandi atau mencuci wajah, karena air panas dapat menghilangkan minyak alami dari kulit. Selain itu, terlalu lama berada di dalam air dapat menghilangkan sebum dari kulit. Akademi Dermatologi Amerika merekomendasikan untuk membatasi mandi atau berendam selama 5–10 menit. Setelah mandi atau mencuci wajah, sebaiknya segera aplikasikan pelembab untuk membantu mengunci kelembaban.

  • Gunakan Humidifier  

Penggunaan pendingin udara (AC) yang terus-menerus dapat menghilangkan kelembaban dari udara dan kulit. Seseorang dengan kulit wajah kering bisa mencoba dengan mengurangi penggunaan AC atau menggunakan humidifier untuk menambahkan kelembaban ke udara di dalam ruangan.

  • Perhatikan Gaya Hidup

    • Kelola stress, karena stress dapat memperburuk eksim dan kondisi kulit lain yang menyebabkan kulit kering 
    • Banyak minum air untuk menjaga hidrasi dari dalam
    • Batasi konsumsi kafein, karena dapat meningkatkan dehidrasi
    • Saat mengeringkan kulit, tepuk-tepuk dengan handuk lembut alih-alih menggosoknya
    • Berhenti merokok, karena nikotin dapat mengurangi aliran darah ke kulit, membuatnya lebih kering dan kusam
  • Obat-obatan

Jika perawatan rumahan tidak cukup membantu, konsultasikan dengan dermatolog. Dokter bisa meresepkan krim atau salep topikal, seperti hidrokortison atau steroid, untuk membantu mengatasi kulit kering yang lebih serius.

Dari seluruh penjelasan yang Senna kasih di atas dan dengan perawatan yang tepat, kulit keringmu bukan lagi menjadi masalah. Yuk sama-sama kita berproses untuk mendapatkan kulit yang tetap sehat dan bercahaya!


SUMBER

Gade, A., Matin, T., Rubenstein, R. 2023. Xeroderma. National Library of Medicine. 

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16940-dry-skin

https://www.aad.org/public/diseases/a-z/dry-skin-symptoms

https://www.medicalnewstoday.com/articles/324935#humidifier

https://www.paulaschoice.co.uk/how-to-get-rid-of-dry-flaky-skin-overnight

https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/dry-skin